Search
14 December 2017
  • :
  • :

Cara Memulai Bisnis Tanaman Hias dan Analisis Modal

Cara Memulai Bisnis Tanaman Hias dan Analisis Modal

Bisnis tanaman hias merupakan salah satu jenis usaha yang memiliki peluang bagus dan dapat memberikan keuntungan cukup besar karena peminat tanaman hias banyak dan harganya cukup mahal. Di daerah perkotaan bisnis ini cukup tren sebab tidak sedikit rumah mewah yang membutuhkan tanaman hias untuk memperindah pekarangan rumah mereka.

 

Jika anda senang dan telah terbiasa berkebun di rumah, merintis usaha tanaman hias adalah peluang emas untuk dijalankan. Apalagi kini sedang marak berbagai jenis tanaman hias yang harga jualnya sangat tinggi. Harga tanaman hias bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bisa terbayang tidak oleh anda? Itu hanya dari salah satu jenis tanaman hias. Bagaimana dengan tanaman hias yang lainnya?

Jenis tanaman hias seperti anthurium,adenium, aglonema, anggrek dan soka dapat anda beli dalam bentuk bibit yang relatif murah. Anda tinggal rajin, tekun dan bersabar dalam merawat baik-baik bibit tanaman hias tersebut tumbuh sampai besar dan bernilai jual tinggi. Siapkah anda menjalani usaha ini? Jika anda tertarik untuk menjalankan bisnis tanaman hias mari simak uraian bagaimana cara memulai, strategis dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam usaha tanaman hias.

A. Bagaimana Cara Memulai Bisnis Tanaman Hias?

Bila anda tertarik untuk menjalankan bisnis ini ada beberapa hal yang harus anda siapkan. Berikut cara memulai bisnis tanaman hias di rumah dengan modal kecil.

#. Menentukan Lokasi usaha
Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menentukan lokasi usaha. Cari lokasi yang agak luas dan strategis sebagai tempat usaha tanaman hias. Anda dapat memanfaatkan halaman rumah anda atau menyewa lahan di pinggir jalan besar yang ramai.

#. Menentukan Jenis tanaman Hias
Tentukan jenis tanaman hias yang akan dikoleksi untuk dijual. Selain itu, perhitungkan dengan matang biaya operasional dalam merawat bibit tanaman hias tersebut, mulai dari pupuk, tanah atau sekam dan keperluan lainnya.

#. Memahami dan memiliki keterampilan dalam merawat tanaman
Anda harus memahami seluk beluk tentang tanaman hias serta terampil dalam merawatnya. Ada salah satu cara merawat atau membudidayakan tanaman hias dengan baik yaitu memakai media bambu dan sekam sebagai media tanam tanaman hias. Daun bambunya pun bukan sembarang daun bambu, tapi daun bambu yang biasa dipakai untuk anyaman. Hal tersebut bermanfaat agar tanaman tidak mudah rontok.

#. Matangkan Konsep Promosi
Agar bisnis anda mudah dikenal dan cepat berkembang maka anda perlu mematangkan konsep promosi. Anda bisa melakukan promosi melalui brosur atau kartu nama, ikut pameran-pameran tanaman hias serta iklan dimedia cetak, radio dan internet.

B. Hambatan yang Mungkin di Hadapi

Dalam menjalankan bisnis akan selalui ada resiko yang harus siap dihadapi. Begitu juga dengan bisnis tanaman hias, ketika anda merintis usaha ini, ada beberapa risiko dan hambatan yang mungkin anda hadapi, antara lain:

#. Tanaman hias anda mati karena perawatan yang salah atau terbengkalai karena kesibukan yang lain. Untuk itu agar tanaman anda tidak mati maka anda harus rajin merawat tanaman hias anda.

#. Pasaran pembeli yang sepi sehingga penjualan pun merosot. Ada kalanya minat masyarakat akan tanaman hias menurun sehingga sepi pembeli.

#. Harga tanaman hias yang fluktuatif, disesuaikan dengan kondisi pasar, persaingan usaha dan jumlah bibit yang tersedia pada petani.

#. Cuaca yang tidak bersahabat, baik musim kering atau panas yang berkepanjangan maupun musim hujan yang tidak mau kompromis, sehingga tanaman menjadi rusak.

#. Persaingan ketat antara sesama pengusaha tanaman hias. Hal ini dapat terjadi melalui perang harga jual sehingga harga tanaman hias menjadi turun.

C. Strategi Menjalankan Bisnis Tanaman Hias

Strategi dalam bisnis sangat penting agar usaha cepat berkembang dengan pesat. Tak terkecuali dengan bisnis tanaman hias. Ada beberapa strategis bisnis yang bisa anda gunakan. untuk meningkat usaha tanaman hias anda, yakni sebagai berikut.

#. Semakin baik perawatan yang dilakukan semakin bagus pula penampilan tanaman hias sehngga dapat mendongkrak harga penjualan.

#. Ingatlah bahwa lokasi atau lingkungan tempat anda merawat tanaman hias harus selalu diperhatikan. Karena, jika kualitas tanaman hias terjaga, pembeli pun akan puas dan semakin tertarik untuk membeli tanaman hias yang anda rawat.

#. Mengikuti perkembangan informasi mengenai tanaman hias dengan membaca majalan khusus tentang tanaman hias dan seluk-beluknya. Bahkan anda dapat ikut dalam komunitas atau perkumpulan tanaman hias yang disebt perhimpunan Holtikultura Indonesia.

#. Mampu menghimpun informasi mengenai pameran-pameran tanaman hias yang kini banyak diselengarakan. Hal ini dapat menjadi ajang promosi tanaman hias sekaligus menambah wawasan anda mengenal mengenai tanaman-tanaman hias baru atau yang sedang tren.

#. Memberikan layanan antar jemput atau delivery gratis bagi pembeli yang tidak memiliki alat transportasi.

#. Memberikan bonus pupuk atau bahan lain kepada pembeli jika membeli satu jenis tanaman hias tertentu dengan kisaranan harga yang wah.

D. Analaisis Modal Bisnis

Adapun analisis modal dan keuntungan dari bisnis tanaman hias sebagai berikut:

Modal awal:
Peralatan
– Renovasi tempat usaha ========> Rp 3.000.000
– Terpal+jaring ================> Rp 750.000
– Rak/undakan tempat tanaman ===> Rp 2.000.000
———————————————–
Jumlah =========================> Rp 5.750.000

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp. 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 5.750.000 – Rp 1.000)/4 = Rp 1.437.250. per tahun atau sama dengan Rp 119.770. pertahun.

Perlengkapan :
– Bibit tanaman hias+pot =======> Rp 1.750.000
– Promosi ======================> Rp 250.000
———————————————–
Jumlah =========================> Rp 2.000.000

Perhitungan labar/rugi per bulan
Pendapatan:
harga jual tanaman bervariasi bergantung pada tinggi dan umur tanaman.
Asumsi pemasukan Rp 200.000X30 hari ==> Rp 6.000.000
Biaya-biaya :
– Pupuk, sekam, obat-obatan ==========> Rp 1.000.000
– Stok pengadaan bibit ===============> Rp 750.000
– Gaji tukang kebun ==================> Rp 750.000
– Transportasi =======================> Rp 500.000
– Sewa tempat ========================> Rp 500.000
– Listrik dan air ====================> Rp 200.000
– Biaya promosi ======================> Rp 250.000
– Biaya penyusutan peralatan =========> Rp 119.770
—————————————————–
Jumlah biaya =========================> Rp 4.069.770
Laba Bersih ==========================> Rp 1.930.230

Dari uraian diatas mungkin anda tertarik untuk menjalankan bisnis tanaman hias. Apalagi jika anda suka berkebun dan sudah terbiasa berkebun di rumah tentu tidak akan kesulitan menjalankan bisnis ini. So, apapun bisnis yang kita jalankan baik modal kecil maupun modal besar dibutuhkan ketekunan dan kerja keras agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan maju.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *